Gara-Gara Ini, Peringatan Hari Teater Dunia di Solo Diundur

Pentas Teater Lungid di TBJT Solo. (Solopos - M. Ferri Setiawan)
18 Maret 2019 00:00 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Perayaan Hari Teater Dunia (Hatedu) oleh para seniman Solo bertajuk Sala Hatedu kembali digelar. Acara diselenggarakan selama tiga hari, 21-23 April mendatang, di Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) di Solo.

“Peringatan Hatedu sebenarnya memang tanggal 27 Maret. Tapi karena mendekati pemilu, kami undur jadi April,” kata Pimpinan Produksi Sala Hatedu #6, Turah Hananto, saat diwawancarai Solopos.com, Senin (11/3/2019).

Mengusung tema Komunitas dalam Masyarakat, mereka mengajak para pelaku seni khususnya teater untuk kembali ke masyarakat. Serangkaian acara tersebut akan membawa para pemain menilik kembali bagaimana posisi dan sikap hidupnya terhadap lingkungan sekitar.

Turah menambahkan perayaan para pegiat teater tahun ini lebih istimewa karena mendatangkan empat kelompok dari luar negeri. Mereka adalah Tepak Tellaz (Malaysia), Sekutu Ghuraba (Malaysia), Singa Muntah (Singapura), dan teater FiTa (Malaysia). Disusul puluhan kelompok lainnya dari Solo, Jogja, Jakarta, Wonosobo, dan Kepulauan Riau.

“Kelompok dari Malaysia dulu memang pernah ketemu dan saya ceritakan soal proses Hatedu. Mereka tertarik untuk ikut terlibat. Begitu juga dengan Singapura yang sudah pesan lama untuk ikut terlibat di acara ini. Yang pasti mereka mau terlibat untuk memperluas jaringan antarkomunitas di Indonesia maupun luar negeri,” kata dia.

Seperti biasa, acara juga diisi beberapa agenda yaitu pantomim, seni instalasi, sarasehan, musikalisasi puisi, workshop, dan pembacaan karya sastra. Pembacaan karya sastra, kata Turah, dibawakan Ardilla Diastasari dari Teater Getar Salatiga, Mahrus Ali Lamongan, dan Erizal Normal Tanjung Pinang.