Lucunya Aliando Jadi Dono di Sekuel Warkop DKI Reborn

Aliando Syarief sebagai Dono di film Warkop DKI Reborn. (Youtube)
19 Maret 2019 00:30 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Sekuel anyar film komedi laris Indonesia, Warkop DKI Reborn, kembali diproduksi. Film garapan rumah produksi Falcon Pictures tersebut digarap dengan konsep baru yang lebih segar. Pemain utama film tersebut diganti dengan aktor muda yang sedang bersinar. Siapakah mereka?

Video teaser Warkop DKI Reborn 3 dan 4 yang dirilis di Youtube, Jumat (15/3/2019), memperlihatkan penampilan Adipati Dolken sebagai Kasino, Randy Danishtra sebagai Indro, dan tokoh paling ikonis, Dono, diperankan Aliando Syarief.

Video tersebut diawali dengan keseruan Dono, Kasino, dan Indro, mengikuti kuliah. Mereka memaparkan pendapat masing-masing di depan dosen dengan gaya yang lucu. Ketiganya berada di kelas yang berbeda. Namun, dialog mereka dibuat bersambung yang penuh dengan unsur humor.

Sutradara film terbaru Warkop DKI Reborn 3&4 ini, Raka Prijanti, memilih Aliando, Adipati Dolken, dan Randy Nidji lewat proses casting yang panjang. Ketiga aktor muda ini dipilih untuk memberikan kesan segar di film tersebut.

Aliando Syarief merasa sangat senang dipercaya memerankan karakter Dono. Dia tidak keberatan didandani sedemikian rupa, termasuk memakai gigi palsu. Dia mengaku sangat menikmati perannya sebagai Dono. Dia bahkan telah mempelajari karakter, dialek, dan gestur Dono sejak tahun lalu.

"Karena menghibur orang, untuk membuat ekspektasi yang dipikirkan mereka, maka kita harus tampilkan dengan baik. Menyamakan sih lebih ke 70 persen ya. Selebihnya interpretasi sendiri, jadi ya enggak sama. Cuma, untuk jadi Mas Dono, kesulitannya saya bukan orang Jawa, tapi harus ngomong Jawa," kata Aliando seperti dikutip dari Suara.com, Senin (18/3/2019).

Film Warkop DKI Reborn terbaru ini rencananya mulai syuting pada 18 Maret 2019 mendatang. Film ini merupakan kelanjutan dari film Warkop DKI Reborn sebelumnya yang diperankan oleh Vino G Bastian, Abimana Aryasatya, dan Tora Sudiro.