Konser Penyanyi Tulus Sukses, Mangkunegaran Solo Jadi Lautan Suara

Penyanyi, Tulus, berinteraksi dengan penggemarnya saat mementaskan lagu yang berjudul Gajah dalam Closing Ceremony Artefac UNS di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo, Sabtu (23/3/2019) malam.(Solopos - M. Ferri Setiawan)
25 Maret 2019 22:00 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Hujan deras yang mengguyur sejak siang tak menyurutkan niat ribuan penikmat musik Solo menyaksikan konser Muhammad Tulus, 31, di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo, Sabtu (23/3/2019) malam.

Berlatar Bangunan Kavaleri, solois kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, tersebut merapalkan deretan lagu cinta untuk para penggemarnya. Seperti biasa, ia menyuguhkan pentas yang penuh kehangatan. Ucapan terima kasih dan rayuan sayang berulang kali disampaikan kepada penonton yang mayoritas remaja.

Gajah membuka panggungnya. Tak butuh waktu lama untuk menghidupkan suasana. Pemenang Artis Pria Soul/R&B/Urban Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2017 ini mengajak semua nyanyi bersama. Spontan, koor mulai terdengar begitu Tulus mengucap lirik pertama. “Saya minta semuanya yang hafal lirik lagu saya untuk bernyanyi sekencang-kencangnya tanpa menahan suara. Karena malam ini semua orang suaranya merdu,” rayunya sembari tersenyum lepas sebelum memulai lagu Tukar Jiwa, dan Monokrom.

Hampir tak ada lagu yang lepas dari penonton. Pamedan Pura Mangkunegaran berubah jadi lautan suara. Mereka berdendang bersama di antara gerimis yang mulai menipis. Di tengah pentas, barisan paling depan spontan berteriak kegirangan saat Tulus melempar senyum dan kecupan jauh ke arahnya. Penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan seniman Solo Melati Soeryadarmo ini kemudian membuka perbincangan panjang. “Kayaknya asyik ya ini nyanyi Langit Abu-Abu. Tapi suara saya lagi fals, nanti enggak apa apa?” tanya dia.

Nada pertama dimulai. Benar saja, suaranya sempat fals dan lupa lirik. Namun bukannya kecewa, penonton justru gemas melihat tingkah idolanya. Tulus senyum-senyum di depan mikrofon. “Duh kan, beneran saya lupa liriknya,” kata dia disambut tawa.

Semangat penonton konsisten meninggi. Di pengujung pentas, Tulus melempar lagu Teman Hidup yang menjadi andalannya pada album Tulus 2011. Penuh semangat, ia mengangkat stand mic dan mengarahkan ke penonton hingga menit terakhir. “Saya sekarang mau dengarkan suara dari para teman hidupku,” kata dia sembari bergoyang di antara suara penggemarnya.

Tak hanya Tulus, sebelumya Redwine, Reality Club, dan Hivi juga sukses memecah suasana. Hivi yang tampil saat hujan deras ditunggui penggemar setianya dengan payung dan mantol. Nomor andalan seperti Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi, Remaja, dan Satu Satunya dibawakan dengan penuh semangat. Semua diajak bergoyang bersama dengan deretan lagu mereka yang rata-rata bertempo cepat.

Closing ceremony Art and Sport Appreciation by Economic and Business Faculty of UNS (Artefac UNS) tersebut merupakan serangkaian perayaan Dies Natalis UNS ke-43. Acara ini diselenggarakan oleh keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Solo. Sebelumnya diawali dengan sejumlah kompetisi mulai monolog, band indie, dan futsal.