Boleh Ditiru, Cara Mahasiswa ISI Solo Suarakan Pemilu Damai

Warga mengamati deretan karya seni bernarasikan pemilu damai di Solo. (Solopos - M. Ferri Setiawan)
12 April 2019 01:00 WIB Ika Yuniati Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO --Narasi damai terus disuarakan sejumlah kalangan demi menurunkan tensi politik yang meninggi jelang Pemilu serentak 17 April mendatang. Melalui berbagai media, mereka bekerja mendamaikan Indonesia. Seperti yang dilakukan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Solo awal pekan ini.

Mereka memajang 70-an ilustrasi poster berisi ajakan Pemilu damai di gang Kampung Demokrasi, Dukuhan, Nayu, RT 02/03, Kadipiro, Solo. Deretan karya yang berisikan narasi positif ditempel pada dinding rumah warga dan tembok pinggir jalan. Ada yang disampaikan lewat simbol-simbol perdamaian. Namun tak sedikit yang diungkapkan langsung lewat kata-kata seperti Rukun Agawe Santosa, Stop Ujaran Kebencian, Beda Suara Satu Indonesia, dan Beda Pilihan Tetap Berkawan.

Deretan ilustrasi pesan damai itu sengaja dipajang di pinggir jalan agar dilihat warga sekitar. Harapannya, mereka yang melintas minimal melirik poster mencolok tersebut. Salah satu peserta pameran, Nindra Aris Setya Budi, Rabu (10/4/2019), menerjemahkan pemilu damai lewat karya berisi ajakan skeptis dan hindari anarkistis.

“Itu sih niatannya mengajak masyarakat menghindari sikap apatis, apalagi anarkistis. Bersama-sama kita ciptakan Indonesia yang harmonis dengan pemilu yang demokratis,” kata dia.

Selain puluhan poster, pameran yang akan dicopot selepas Pemilu ini juga diisi dengan aksi grafiti massal menggunakan cat pylox, spidol, dan alat gambar lain. Karya yang dibuat pada media spanduk MMT berukuran 3 meter x 3 meter tersebut juga berisi tentang dukungan menciptakan Pemilu damai.

Bagian dari tugas tugas Mata Kuliah Ilustrasi Terapan Semester II DKV FSRD ISI Solo tersebut digarap menggunakan teknik dan gaya ilustrasi yang beragam. Di antaranya gaya manual, digital, atau kombinasi keduanya. Dosen Pengampu Mata Kuliah Ilustrasi Terapan, Basnendar Herry Prilosadoso, Rabu, mengatakan pameran tersebut merupakan wujud berkontribusi langsung anak muda menanggapi permasalahan bangsa.

“Ya, untuk mendukung Pemilu terlaksana dengan damai, aman, jujur, dan adil melalui kompetensi dan kemampuan mahasiswa dalam mengolah ide gagasan kreatif lewat karya ilustrasi,” kata dia.