Ini Alasan Opick Diizinkan Simpan Rambut Nabi

Opick (Instagram/opick_tomboati)
13 Mei 2019 20:40 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Rambut yang diklaim milik Nabi Muhammad dan disimpan Opick membuat heboh. Sampai saat ini, sejumlah pihak terus mempertanyakan keaslian rambut tersebut. Menanggapi hal tersebut, Opick pun angkat bicara. Dia menegaskan sehelai rambut yang dibawanya dari Istanbul, Turki, itu asli milik Nabi Muhammad.

Opick menggelar jumpa pers bersama petinggi Dewan Ulama Thariqah Indonesia (DUTI) di kediamannya di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (12/5/2019). Dalam kesempatan itu, perwakilan DUTI membacakan surat pernyataan terkait keaslian rambut Nabi Muhammad dan alasan Opick diizinkan menjaganya.

Dalam surat pernyataan DUTI seperti dikabarkan Detik.com, Senin (13/5/2019), dijelaskan, rambut yang disimpan Opick asli warisan Nabi Muhammad.

Rambut suci Nabi Muhammad yang dipegang Aunur Rofiq Lil Firdaus bin Abdul Ghofur alias Opick merupakan aset paling berharga DUTI yang menjadi aset bersama dengan Dewan Ulama Thariqah Internasional Turki. Tidak ada satu pun pihak perseorangan yang boleh mengklaim kepemilikan rambut suci tersebut,” demikian pernyataan DUTI.

Opick diizinkan menyimpan rambut itu karena statusnya sebagai anggota DUTI. Opick juga berjanji serta bertekad kuat mesyiarkan rasa cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad melalui rambut suci tersebut. Opick juga bersedia mematuhi segala ketentuan yang telah disepakati dalam menjaga dan merawat rambut Nabi Muhammad sesuai akidah ahlusunnah wal jamaah serta Alquran dan hadis.

Surat pernyataan itu diterbitkan oleh Mustasyar Dewan Ulama Thariqah Internasional, Syekh Fatih Nurullah Efendi sebagai salah satu keturunan langsung Kesultanan Usmaniyyah Turki, yang memuat silsilah rambut suci Nabi Muhammad agar diterima di Indonesia. Surat ini dibuat setelah mempertimbangkan latar belakang Opick yang bukan seorang ulama.

DUTI menyatakan kebenaran dan keaslian rambut Nabi Muhammad yang dipegang Opick. Rambut itu telah dua tahun dipegang DUTI sebelum menjadi aset bersama Dewan Ulama Thariqah Internasional Turki. Rambut itu sering dikunjungi kalangan ulama dari dalam maupun luar negeri yang meyakini kebenaran dan keaslian rambut tersebut,” sambung surat pernyataan itu.