Singgung Dosa Politik SBY, Jerinx SID Dikritik

Jerinx SID (Instagram_jrxsid)
03 Juni 2019 19:10 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Cuitan penabuh drum grup musik Superman Is Dead (SID), Jerinx, di akun Twitter pribadinya, @JRX_SID, Sabtu (1/6/2019), menuai kritikan. Dalam cuitan itu dia menyinggung soal soal dosa politik Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Cuitan itu diunggah bertepatan dengan kematian istri SBY, Ani Yudhoyono.

Dalam cuitan itu, musisi bernama asli I Gede Ari Astina menyinggung soal sosok SBY yang dinilai sangat hebat selama menemani istrinya berjuang melawan kanker darah selama empat bulan. Tak dapat dimungkiri, sejumlah netizen memang menilai SBY sebagai sosok yang tangguh dan sangat setia.

Seperti diketahui, SBY tampak sangat tegar selama menemani Ani Yudhoyono berobat di National University Hospital Singapore sejak Februari 2019 hingga mengembuskan napas terakhir, Sabtu siang. Namun di mata Jerinx SID, apa yang dilakukan SBY adalah hal biasa.

Saya baru tahu jika kehilangan anggota keluarga otomatis hapus dosa-dosa politik Anda. Meski impact-nya tetap dirasa orang banyak. Dan menemani istri yang sakit dianggap hal yang luar biasa langka,” terang Jerinx SID.

Jerinx SIB membandingkan pengorbanan SBY dengan Fidelis Arie yang rela dibui akibat kasus kepemilikan ganja untuk pengobatan istrinya. “Lalu, bagaimana dengan Fidelis yang gagal menyelamatkan nyawa istrinya karena kolotnya hukum Indonesia?” tanya Jerix SID.

Komentar Jerinx SID itu pun mendapat beragam reaksi dari netizen. Kritikan pedas itu justru membuat Jerinx SID dinyinyiri netizen. Sebab, musisi asal Bali tersebut dinilai kurang berempati dengan orang yang bersedih lantaran ditinggal orang tercinta.

Mungkin tidak menghapus dosa-dosa politiknya. Tapi, setidaknya hormati. Semua orang pernah merasakan ditinggal orang yang disayang,” komentar @2000Masehi.

Kehilangan anggota keluaarga tidak otomatis menghapus dosa politik. Karena yang satu bicara kepentingan privat. Sementara dosa politik bicara kepentingan publik. Jangan campur urusan privat dengan publik. Biarkan mereka bersedih. Sementara publik tetap fokus pada kepentingan publik,” sambung @lelegurame.

Ya kalau menurut saya sih sebagai makhluk sosial, berduka atau cuma mengucapkan belasungkawa kepada orang yang dikenal itu wajib. Enggak tahu kalau orang anti-sosial,” imbuh @sybrinxx.

Seperti diketahui, Ani Yudhoyono mengembuskan napas terakhir Sabtu siang di National University Hospital Singapore. Kepergiannya membuat keluarga dan masyarakat Indonesia berduka. Ani Yudhoyono dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019).