Film Ambiance Berdurasi 30 Hari Segera Rilis, Kuat Nonton?

Poster film Ambiance (Youtube)
10 Juli 2019 19:40 WIB Chelin Indra Sushmita Entertainment Share :

Solopos.com, SOLO – Menonton film terbaru di bioskop merupakan salah satu cara menghibur diri. Biasanya, suatu film di bioskop berdurasi sekitar 120 menit hingga 180 menit seperti Avengers: Endgame yang dirilis 24 April 2019 lalu.

Film Hollywood Avengers: Endgame yang berdurasi sekitar tiga jam itu sudah cukup menyita waktu penonton. Namun, ternyata ada film terbaru lainnya yang berdurasi lebih panjang daripada Avengers: Endgame, yakni Ambiance. Film garapan sutradara Swedia, Anders Weberg, itu memiliki waktu tayang 720 jam atau setara 30 hari nonstop.

Dikutip dari Filmi Beat, Rabu (10/7/2019), film Ambiance bakal dirilis 31 Desember 2020. Film ini merupakan karya terbaru sekaligus terakhir dari Anders Weberg yang telah lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia perfilman.

Anders Weberg sengaja menciptakan film terpanjang dalam sejarah bioskop. Dia ingin mengakhiri kariernya dengan sesuatu yang berkesan. Menariknya, setelah dirilis serentak, dokumen film terbaru Ambiance bakal dihancurkan sehingga tidak bisa diputar ulang.

“Saya mengumpulkan kilasan cahaya dengan kamera dan membawanya ke komputer. Saya mengambil semua kilasan untuk diatur sedemikian rupa mewakili emosi yang ingin saya ekspresikan,” terang Anders Weberg seperti dikutip dari Oddity Central.

Andres Weberg harus mengalahkan film Modern Times Forever (2011) yang berdurasi sekitar 240 jam dengan proyek Ambiance. “Saya harus mengedit minimal satu jam bagian film untuk mencapat ambisiku,” sambung Anders Weberg.

Anders Weberg telah merilis trailer film terbaru Ambiance sejak 2014. Awalnya, trailer itu hanya berdurasi tujuh menit, yang terlalu pendek. Selanjutnya, pada 2016 lalu dia merilis trailer lanjutan berdurasi tujuh jam 20 menit.

Film terbaru Ambiance itu menampilkan sekitar 100 aktor. Beberapa di antaranya telah bekerja dengan Anders Weberg sebelumnya. Namun, film yang begitu panjang tersebut kemungkinan tidak akan menampilkan dialog.

Menurut Anders Weberg, dialog adalah hal yang sangat biasa dipakai dalam suatu film. Namun, dia ingin membuat sesuatu yang berbeda dengan tidak menambahkan dialog pada karya terbarunya.