Lama Tak Terdengar, Krisyanto Jamrud Maju Pilkada Kabupaten Pandeglang

Krisyanto Vokalis Jamrud (kanan) akan maju dalam Pilkada Pandeglang melalui jalur independen pada Tahun 2020 mendatang. (Suara.com/Yandhi Deslatama)
14 Juli 2019 11:45 WIB Newswire Entertainment Share :

Solopos.com, PANDEGLANG- Lama tak terdengar kabarnya, Vokalis Jamrud Krisyanto tiba-tiba muncul kembali dengan kabar mengejutkan. ia menjadi Calon Bupati Pandeglang Provinsi Banten melalui jalur non-partai atau independen bukan jalan yang mudah ditempuh.

Krisyanto yang akan maju bersama Hendra Pranova harus mengumpulkan dukungan dalam bentuk fotokopi sekurangnya 7,5 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Pandeglang.

Selain itu, syarat lainnya adalah dukungan harus tersebar di minimal di 18 kecamatan dari 35 kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang, Banten.

"Misalkan ada satu juta pemilih, berarti kita harus mengumpulkan 75 ribu dukungan yang real, bukan asal fotokopi. Jadi nama dengan NIK nya yang asli. Itu syarat dari KPU untuk (jalur) independen. (Saat ini) Baru terkumpul tiga ribu dukungan," kata Krisyanto saat ditemui di posko pengumpulan dukungannya di Caffe Kopi Bakar, Pandeglang pada Kamis malam (11/07/2019).

Vokalis band rock yang identik dengan kaca mata hitam itu mengemukakan, saat ini bersama Hendra Pranova masih terus melakukan sosialisasi ke masyarakat.

"Kita masih sosialisasi ke masyarakat, sambil meminta dukungan, terutama kaum milenial (agar) secara sukarela memberikan dukungannya," terangnya.

Bagi Krisyanto, Kabupaten Pandeglang bukanlah daerah yang asing baginya. Pria kelahiran Carita ini memiliki keluarga besar di wilayah Banten Selatan tersebut. Meski begitu, Krisyanto mengakui dunia politik yang ingin dirambahnya saat ini merupakan pengalaman baru bagi dirinya.

Menurutnya, dunia politik jauh berbeda dengan dunia hiburan yang dijalaninya bersama Grup Rock Jamrud selama 23 tahun. Krisyanto mengemukakan dengan terjunnya ke dunia politik saat ini, jauh berbeda. Apalagi saat ini dirinya merintis dunia politik dari jalur independen.

"Karena ini hal baru, selama ini kan hidup enak, diundang, jemput, beliin tiket pesawat, jemput di bandara, diajak makan, malam manggung, besok pulang. Sekarang harus blusukan, keluar zona nyaman. Tapi asyik, pengalaman baru yang tidak ditemukan di musisi," ujarnya.

Diakui Krisyanto, keinginannya maju sebagai Cabup Pandeglang didorong atas dasar keprihatinannya akan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang merajalela di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.

Ia mencontohkan salah satunya adalah setoran dari setiap proyek yang dikerjakan menggunakan dana APBD. Ia mengemukakan, jika ada setoran di setiap proyek yang dananya bersumber dari APBD, maka akan mengurangi kualitas pembangunan di Kabupaten Pandeglang.

"Silahkan saja masyarakat berusaha, menjalankan ekonominya tanpa harus terbebani, tanpa harus dipotong apa-apanya. Tanpa harus ada setoran seperti itulah," katanya.

Alasan tersebut semakin menguatkan Krisyanto dan Hendra Pranova untuk maju sebagai Cabup dan Cawabup Pandeglang. Ia juga mengakui dengan maju melalui jalur independen tidak membebaninya dengan mahar politik dan biaya kampanye yang besar yang tentunya akan berbeda jika maju melalui partai politik (parpol).

"Kalau kita berangkat dari independen, kita enggak ada beban. Maksudnya tanpa harus mengembalikan uang yang telah dikeluarkan seperti itu. (Kalau mengembalikan dana untuk politik) Kalau seperti itu jatuhnya korupsi," jelasnya.

Selain itu, Krisyanto bersama Hendra Pranova memiliki harapan yang kelak ingin diwujudkan jika terpilih sebagai pemimpin di wilayah Pandeglang. Ia dan pasangannya memiliki cita-cita untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi dan perbaikan birokrasi.

"Menangani pemerintahan yang tidak kaku. Saya sama Kang Hendra, ingin menerapkan birokrasi yang tidak bertele-tele, meringankan kepada masyarakat," ujarnya.

Sumber : Suara.com