Kimi Hime: Memblokir Video Bukan Solusi

Kimi Hime. (Instagram/kimi.hime)
25 Juli 2019 16:10 WIB Ginanjar Saputra Entertainment Share :

Solopos.com, SOLOYoutuber sekaligus gamer kondang, Kimi Hime, sempat dipanggil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lantaran video di saluran Youtube-nya dianggap terlalu vulgar. Namun panggilan yang dilayangkan melalui direct message (DM) Instagram dan e-mail atau surat elektronik (surel) itu belum dipenuhi Kimi Hime.

Beberapa hari kemudian, Kemenkominfo langsung memblokir tiga video milik Kimi Hime yang judulnya dianggap terlalu vulgar. Pemblokiran video itu langsung memicu reaksi dari wanita bertubuh seksi tersebut.

Menurut Kimi Hime, pemblokiran video bukan merupakan solusi. Menurutnya, penonton videonya yang usianya di bawah umur hanya 16%. Ia menegaskan peran orang tua dalam mengawasi anak adalah yang terpenting, bukan malah videonya yang diblokir.

"Penonton saya yang di bawah umur, 13 sampai 17 tahun, itu hanya 16%. Tentu saya tidak bisa melarang anak-anak apabila mereka melihat konten saya Di sini peran orang tua penting dalam mengawasi apa yang dimasukkan dicerna oleh anak mereka. Jadi memblokir itu bukan solusi. Jadi memblokir itu mencegah tapi enggak bisa menangani karena di luar sana Internet terhubung dengan banyak hal, bukan hanya konten saya saja," ungkap Kimi Hime melalui saluran Youtube-nya, Rabu (24/7/2019) malam.

Youtuber yang sudah memiliki lebih dari 2,2 juta subscriber itu menilai seluruh videonya tak pernah melanggar peraturan Youtube. "Belum pernah ada pelanggaran apa pun yang dikenakan kepada saya. Kalau kita bahas dari sudut hukum tidak ada [unsur pronografi] yang Kimi buat di channel Youtube Kimi. Baik dari thumbnail maupun isinya," lanjut Kimi.

Kimi menyayangkan Kemenkominfo langsung menghapus tiga video miliknya. Ia ingin ada komunikasi yang baik antara dirinya dan Kemenkominfo sehingga tak terjadi sesuatu yang merugikan dirinya.